Kedatangan Syeikh Umar Muhammad Deib dari Damaskus, Suriah

Bandung (25/12), Pondok Pesantren Baitul Hidayah yang berlokasi di Bukit Panyandaan Desa Mandamekar kedatangan seorang ulama sekaligus putra dari tokoh/ulama besar di Damaskus, Suriah, Syeikh Umar Muhammad Dieb yang merupakan putera dari ulama besar Damaskus, Syeikh Rajab Dieb.

Ada hal yang menarik dikunjungan beliau yang keempat kali ini di Pondok Pesantren Baitul Hidayah. Jika biasanya beliau datang bersama rombongan para syeikh/ulama Damaskus, untuk kali ini beliau hanya datang seorang diri.

Acara yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Baitul Hidayah pada tanggal 17 Rabiul Awwal 1440 H atau bertepatan dengan tanggal 25 Desember 2018, tidak hanya dihadiri oleh pewakif Pondok yaitu Ibu Agnes beserta keluarga, para santri serta para asatidz namun juga para wali santri dan tamu umum dari wilayah Bandung dan sekitarnya.

Meski ini menjadi kunjungan beliau untuk keempat kalinya, beliau tetap takjub dengan Pesantren yang berlokasi di atas bukit Panyandaan ini. Selain udaranya yang sejuk. Tempat yang hening dan jauh dari hiruk pikuk kota mejadi alasan bahwa tempat ini sangat layak dijadikan lembaga Pendidikan khususnya dalam kajian hafalan Al-Qur’an.

Dalam kunjungan beliau kali ini, Syeikh Umar menyampaikan tentang anjuran serta keutamaan – keutamaan bershalawat kepada Rasulullah SAW. Tidak hanya itu, beliau juga menyampaikan tentang pentingnya bersosialisasi dan berhubungan baik dengan lingkungan, khususnya tetangga. Karena diakui atau tidak, tetangga adalah orang pertama yang akan membantu kita saat dalam keadaan sulit. Meski dalam bertetangga akan terdiri dari berbagai jenis manusia, namun berbuat baik serta menghormati tamu adalah ajaran Rasulullah yang patut untuk ditiru.

Acara semakin interaktif dengan adanya sesi tanya jawab dengan para santri serta wali santri, salah satunya Zulfikar siswa akhir KMI Pondok Pesantren Baitul Hidayah menanyakan tentang motivasi dalam semangat belajar ditengah tantangan rasa malas serta kantuk. Syeikh Umar pun memberikan jawaban yang sangat sederhana mengenai pentingnya niat serta do’a sebelum serta sesudah belajar. Selain itu, motivasi serta tujuan belajar akan menjadi jalan pembuka untuk meningkatkan kembali motivasi dalam belajar. Karena tanpa tujuan hidup, tentu seseorang akan hilang arah.

Diakhir nasihatnya, Syeikh Umar menyampaikan kepada seluruh yang hadir dalam acara tersebut agar masing – masing individu memiliki motivasi hidup. Karena dengan adanya motivasi hidup, tentu akan ada yang namanya tujuan hidup.

Seperti kunjungan Syeikh Umar sebelumnya, diakhir kunjungan beliau menyerahkan beberapa buku karya sang ayah tercinta yaitu Syeikh Rajab Dieb yang semoga bisa menjadi bahan kajian baik oleh para guru maupun santri di Pondok Pesantren Baitul Hidayah. Acara pun ditutup dengan do’a yang di pimpin oleh Ust Ahmad Busyro Said, S.Pd selaku wakil pimpinan bidang pengasuhan santri.

Akbar – Falah
23/01/2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.