Ujian Bagi Seorang Muslim

Orang merenungkan sunatullah tentu akan mengetahui bahwa cobaan merupakan salah satu sunnah-Nya yang bersifat kauniyah qadariyah. Allah berfirman: “Sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan kekurangan harta, jiwa dan buah –buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang–orang yang bersabar.”[1]

Referensi buku

Keliru orang yang beranggapan, bahwa hamba Allah yang paling shalih paling jauh dari cobaan, akan tetapi cobaan merupakan tanda keimanan. Nabi SAW pernah ditanya “Siapakah dari golongan manusia yang paling berat cobaannya? Nabi SAW menjawab; Para nabi, kemudian orang shalih, kemudian orang terbaik terus yang terbaik dari pada manusia. Seorang diberi cobaan sesuai dengan agamanya, jika agamanya kuat ,maka cobaannya pun akan lebih berat, dan jika agamanya lemah,maka akan diringankan cobaannya.”[2]

Cobaan adalah salah satu tanda keinginan Allah akan kebaikan bagi hamba-Nya rasul SAW bersabda: “Jika allah menginginkan kebaikan bagi  hamba-Nya, maka Allah akan mempercepat hukuman baginya sewaktu di dunia. Dan jika Allah menginginkan keburukan bagi hamba-Nya, maka allah akan menangguhkan hukuman atas dosa-dosanya, hingga ia akan mendapatkan balasan pada hari kiamat nanti.’’[3]

Cobaan adalah tebusan dosa, meskipun bentuknya kecil. Rasul SAW bersabda: “Tidaklah seorang muslim tertimpa kesakitan karena tusukan duri, atau yang lebih sakit darinya, kecuali Allah akan  menghapus dosa-dosa dengannya, sebagaimana pohon mengugurkan daun-daunnya.”[4]

Karena itu, seorang muslim yang tertimpa cobaan, jika dia seorang yang shalih, maka cobaan itu akan menghapus kesalahan–kesalahan  yang telah lalu, atau mengangkat derajatnya. Dan jika ia seorang pelaku maksiat, maka cobaan itu akan menghapus dosa-dosanya, dan sebagai peringatan akan bahaya dosa-dosa itu, sebagaimana tersebut dalam firman Allah SWT: “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia.”[5]

[1] [QS,Al-baqarah:155]

[2] [HR.ibnu majah]

[3] [HR.At-Tirmidzi]

[4] [Muttafaq’alaih]

[5] [QS.Ar-Ruum:41]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *