Santri dan Ilmu Pengetahuan Alam

Bandung – 14 Maret 2013, Kamis pagi, santri dari salah satu kelas Pondok Pesantren Baitul Hidayah sudah siap sedia belajar di saung. Cuaca sejuk diselingi gerimis minimalis, menjadikan suasana sangat nyaman untuk proses belajar mengajar. Hari ini adalah IPA, Ilmu Pengetahuan Alam (alam dunia dan alam akhirat – istilah kami). Tidak hanya mempelajari gejala alam secara visual, tetapi menggalinya lebih dalam dengan kacamata Al-Qur`an. Tentu suasana belajar akan lebih renyah.

Ustadz yang mengajar pun mulai mengeluarkan berbagai properti bahan ajar. Menambah penasaran para santri. Dimulai dengan bacaan basmallah, mereka pun menikmati renyahnya suasana belajar. Mengikuti setiap instruksi dari ustadz, santri-santri bisa memahami pelajaran IPA dengan ceria. Meskipun tak bisa dipungkiri memang ada satu dua santri yang ‘kesulitan’ dalam belajar. Bukan karena mereka tidak pintar, tapi satu metode pelajaran belum cocok dengan karakteristik mereka. Tantangan bagi asatidz untuk mendidik mereka. Dan minimal pada hari itu para santri menikmatinya.

Dari gejala api yang membutuhkan oksigen, tekanan air dan udara, pengaruh tekanan air terhadap massa jenisnya, sampai dengan hasil reaksi asam asetat (cuka) dengan soda kue. Meskipun sederhana dan sering ditemukan di sekitar kita, tapi pengetahuan dibalik itu semua bisa didiskusikan santri bersama-sama.

Percobaan untuk membuktikan bahwa api membutuhkan oksigen.
Percobaan untuk membuktikan bahwa api membutuhkan oksigen.
Mendiskusikan dan mencatat hasil praktikum IPA
Mendiskusikan dan mencatat hasil praktikum IPA
Menganalisa tekanan udara dan air
Menganalisa tekanan udara dan air
Praktikum reaksi asam asetat dan soda kue
Praktikum reaksi asam asetat dan soda kue

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *