Rombongan Syaikh dari Syria Mengunjungi Baitul Hidayah

Jumat, 21 April 2017, Pondok Pesantren Baitul Hidayah kedatangan rombongan tamu para Syaikh dari Syria. Rombongan tersebut adalah Syaikh Dr. Muhammad Rajab Dieb beserta istri, Syaikh Mahmud Syahadah, Syaikh Umar Muhammad Dieb.

Rombongan datang ke Pondok sekitar pukul 10.00, langsung disambut para santri dengan pagar betis dan alunan angklung santri. Setelah berbincang sekilas, diadakan perfotoan bersama dengan asatidz pondok.

Adapun acara kajian diadakan di masjid, dibawakan oleh Dr. Muahammad Rajab Dieb. Karena bertepatan dengan hari Jum’at, acara dilanjutkan dengan sholat Jum’at. Khatib sholat Jum’at oleh Dr. Muhammad Rajab Dieb.

Beberapa poin yang disampaikan oleh Syaikh Dr. Muhammad Rajab Dieb:

  • Terima kasih atas penerimaan sambutan para Guru dan Santri Pondok Pesantren Baitul Hidayah atas kedatangan rombongan dari Syria yang tidak akan saya lupakan.
  • Ada sebuah hadits yang berbunyi: “Man Lam Yaskurin Nas lam Yaskurillah”. Barang siapa yg tidak bersyukur/berterima kasih kepada manusia, berarti tidak bersyukur kepada Allah.
  • Saya dari Syam, negeri jauh, negeri para nabi, negeri quran, datang untuk pertama kali ke Baitul Hidayah, insya Allah akan selalu berkunjung. Nabi mendoakan negeri Syam. “Allahumma baarik lanaa fii syaamina”. Dalam kondisi seperti ini, lembaga2 pendidikan, sekolah dan aktivitas berjalan sebagaimana biasa.
  • Insya Allah pondok pesantren Baitul Hidayah ini akan menelurkan santri-santri yang akan membawa petunjuk (hidayah) kepada jalan Allah. Membawa petunjuk kebaikan dan membawa kepada jalan Allah, dalam semua kehidupan.
  • Kalau kalian ingin menjadi pembawa misi dalam jalan petunjuk kebaikan kepada Allah, maka ketahuilah, kalian tidak bisa memberi petunjuk mempengaruhi orang yg terdekat sekalipun, kecuali hati kalian melekat mendekat tersambung kepada Allah. Sholat, puasa adalah ibadah yang harus diisi dengan makna dan nilai, dan dzikir Allah adalah ruh ibadah tersebut. Cintailah Allah dan Nabinya, teruslah hati berdzikir kepada-Nya.
  • Hafalan Al-Qur`anmu, hafalan matan-matan lainnnya tidak cukup, kalian hidup di zaman yang sangat cepat dengan tantangan regional dan internasional, maka persiapkan dirimu dengan baik dan bersinergilah.
  • Perang kita tidak dengan senjata, tidak dengan kata-kata. Perang kita adalah ilmu pengetahuan dan pendangkalan ibadah.
  • Bekalilah kemampuan kalian dengan cinta ilmu dan dzikir kepada Allah. InsyaAllah dakwah kalian akan sampai kepada telinga mereka, dan hati mereka.
  • Ilmu yg bermanfaat adalah yang bisa membawa kita dan orang lain selamat dari neraka.
  • Kalian adalah santri, ibadah apa yg paling banyak tertulis di Al-Qur`an? Adalah ayat tentang dzikir kepada Allah.
  • Dzikir ketika berdiri, duduk dan berbaring.
  • Orang yang dzikir tidak akan lalai karena perniagaan.
  • Jadilah orang yang berprestasi.

Setelah sholat jum’at, diadakan acara tanya jawab hadirin (santri dan masyarakat umum). Acara yang jarang diadakan di tempat lain selama kunjungan rombongan.

Para santri memanfaatkan kesempatan ini dengan bertanya berbagai hal, antara lain bagaimana melanjutkan studi di Syria, kondisi konflik Syria, bagaimana menhafal Al-Qur`an sampai derajat mutqin dan lain sebagainya.

Para tamu dijamu makan siang di Pondok Pesantren Baitul Hidayah, sebelum melanjutkan perjalanan ke Tegal, Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *