Pondok Pesantren Baitul Hidayah kedatangan “Santri Baru”

Suasana sore yang berbeda bagi Pondok Pesantren Baitul Hidayah. Bagaimana tidak?, pada hari itu, tanggal 17 Juni 2016 yang bertepatan dengan 12 Ramadhan 1437 H, telah hadir “santri baru”.

“Santri baru” ini agak berbeda dengan santri-santri yang biasa datang ke pondok ini. Mereka jauh lebih berumur dari umur santri lain pada umumnya. Ya, mereka adalah karyawan Shafira Corporation yang akan menyantri di Pondok Pesantren Baitul Hidayah.

“Santri Baru” dari Shafira Corporation berjumlah dua puluh orang. Merekalah yang nanti akan belajar dan mengaji di Pondok Pesantren Baitul Hidayah. Tidak hanya belajar mengaji saja yang mereka lakukan. Tapi, kegiatan lainnya. Seperti sore itu, dengan penuh semangat, mereka berolah raga. Mulai dari bermain Basket, Tenis meja, Takraw, DLL.

Dengan para santri, mereka menguji kebolehanya dalam berolah raga. Menariknya dalam olah raga Tenis meja, Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Hidayah, KH Iwan Shofyan Andi meladeni salah seorang dari karyawan Shafira Corporation. Dengan permainan yang semangat, mereka mengubah sore itu menjadi berwarna.

Selepas shalat Isya dan Tarawih berjama’ah, para “Santri Baru dibagi menjadi beberapa kelompok.saatnya berguru pada santri. Ya, santrilah yang menjadi mereka guru mereka. Tapi ingat, mereka bukan sembarang santri. Santri yang ditunjuk langsung oleh Ustadz Iwan adalah santri yang baik hafalannya dan bacaannya. Minimal dari mereka telah menghafal lebih dari 18 Juz.

Diawali dengan Ta’awudz, Basmalah, serta surat Al-Fatihah, mereka mengawali kegiatan belajar mengaji dengan penuh khidmat. Sebagaimana yang tertulis di dalam kata-kata bijak, “Janganlah kamu melihat seseorang dari pakaiannya(penampilannya). Tapi lihatlah dari adabnya”. Maksud dari kalimat tersebut adalah,”janganlah kalian melihat seseorang dari penampilan dan umurnya. Meskipun muda, selagi ilmunya berada di atas kita. Kita harus menghormatinya. Karena sesungguhnya orang yang berilmu lebih dihormati daripada orang yang tidak berilmu.

[Penulis: Reza Lathiful Huda]

[Editor: Adil Hilmy Mumpuni]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *