Perjalanan Abadi

 

Dikutip dari buku
Dikutip dari buku

Alam kubur: awal persinggahan menuju akhirat. Ia merupakan lubang neraka bagi orang kafir dan orang munafik, namun merupakan taman bagi orang mukmin. Ada siksa di dalam kubur atas beberapa maksiat, seperti : Tidak membersihkan diri dari air kencing, mengadu domba, berkhianat dalam hal rampasan perang, dusta, tidur melalaikan shalat, tidak membaca Al-quran, berzina ,homo seksual, riba, tidak membayar hutang dan sebagainya. Yang dapat menyelamatkan dari siksa kubur adalah: amal shalih yang ikhlas karena Allah, berlindung kepada Allah dari siksa kubur, membaca surah Al-Mulk dan sebagainya. Yang dilindungi dari siksa kubur adalah: orang yang mati syahid, orang yang menjaga perbatasan dari musuh, orang yang meninggal pada hari jum’at, seseorang yang meninggal karena menderita sakit perut, dan sebagainya.

Tiupan sangkakala: adalah sangkakala besar yang dikulum oleh Malaikat Israfil, menunggu kapan diperintahkan untuk meniupnya. Yaitu tiupan faza (kematian), berdasarkan firman Allah: ’’Dan [ingatlah] hari [ketika] ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala  yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang di kehendaki Allah.’’[1] Maka hancurlah alam semesta. Kemudian setelah empat puluh masa ditiuplah dengan tiupan ba’ts (kebangkitan), berdasarkan firman Allah SWT: “Kemudian tiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba–tiba meerka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).”[2]

Hari kebangkitan: kemudian Allah menurunkan hujan, maka tumbuhlah jasad-jasad (dari sebiji tulang pangkal ekor) dan menjadi ciptaan baru yang tidak mati. Mereka dibangkitkan dalam keadaan tidak beralas kaki dan tidak berpakaian. Mereka dapat melihat malaikat dan jin, dibangkitkan sesuai dengan amal perbuatan mereka.

Dan seterusnya:

  • Padang mahsyar
  • Syafaat
  • Hisab (perhitungan)
  • Catatan amal
  • Mizan (neraca)
  • Haudh (telaga)
  • Ujian bagi orang-orang yang beriman
  • Sirath (titian)
  • Neraka
  • Qantharah (jembatan)
  • Surga

[1] [QS.An-naml:87]

[2] [QS.Az-zumar:68]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *