Pentingnya Menanamkan Akidah

Pada umumnya banyak orang tua yang salah memahami pendidikan dalam agama. Tidak jarang orang tua yang memaksakan kepada anak-anaknya hanya untuk belajar shalat dan syariat-syariat ibadah lainnya, dengan demikian orang tua merasa cukup mendidik dan membekali anak-anak dengan pengetahuan agama, tanpa adanya kesadaran bahwa menanamkan akidah kepada anak-anak akan jauh lebih penting. Karena akidah adalah landasan pokok (ushuul) dalam agama. Tanpa akidah yang kuat agama akan runtuh.
Hal ini terjadi karena minimnya pemahaman orang tua akan pentingnya penanaman akidah, sehingga ibadah yang tanpa landasan akidah yang kuat tidak dapat menjadi benteng dan perisai bagi anak-anak kita dari perkara-perkara yang dilarang oleh Allah swt. Yang lebih menyedihkan mayoritas sekolah-sekolah kita di negeri ini juga tidak memiliki perhatian dan bahkan cenderung mengabaikan pentingya penanaman akidah. Anak-anak didik hanya disodori dengan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan-keterampilan yang orientasinya adalah keduniaan. Sehingga jiwa mereka kosong tidak punya arah yang jelas dan cenderung mencari pelampiasan-pelampiasan yang tidak terkontrol dan banyak merugikan banyak pihak, sehingga tujuan pendidikan tidak tercapai. Maraknya perkelahian, tawuran, kebebasan bergaul antar lawan jenis ini adalah potret gagalnya pendidikan yang tidak berdasar akidah sehingga akhlak tidak terbentuk.
Tidak dipungkiri lagi, penanaman akidah pada masa kanak-kanak akan sangat berpengaruh pada pembentukan perilaku dan akhlak anak-anak, sehingga mereka dapat lebih mengenal diri, tahu konsekwensi dari setiap perbuatan yang dilakukan. Pemahaman akidah akan membimbing anak-anak untuk mengambil langkah-langkah yang lebih bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain.
Orang tua dan institusi pendidikan berkewajiban memperhatikan dan melakukan tindakan nyata terhadap hal ini sebagaimana yang telah dituntunkan oleh nabi kita Muhammad saw.
Abdullah Bin Abbas menuturkan: “Pada suatu hari aku berada di belakang Rasulullah saw, lalu beliau bersabda kepadaku: “Wahai Ghulam (anak kecil), sesungguhnya aku akan mengajarkanmu beberapa perkara; jagalah Allah niscaya Dia akan menjagamu, jagalah Allah niscaya kamu akan menemukan-Nya untukmu, apabila kamu meminta, memintalah kepada Allah, dan apabila kamu memohon perlindungan, mohonlah perlindungan kepada Allah, ketahuilah, bahwa sekiranya ummat ini saling bahu-membahu untuk mendatangkan  suatu manfaat kepadamu, niscaya mereka tidak akan mampu melakukannya kecuali dengan sesuatu yang telah Allah telah tetapkan untukmu, dan sekiranya mereka saling bahu-membahu untuk mendatangkan suatu bahaya kepadamu niscaya mereka tidak akan mampu melakukannya kecuali apa yang telah Allah tetapkan atasmu. Pena-pena telah diangkat dan lembaran-lembaran  telah kering”. (HR. At-Tirmidzi)
Ketiga wasiat Rasulullah saw di atas semuanya mengandung pelajaran-pelajaran keimanan dalam  akidah yang sangat dalam dan  sangat mendasar dimana kita juga memiliki kewajiban yang sama untuk mengajarkan ini kepada anak-anak, selalu menyinggung dan membicarakannya dimanapun dan kapanpun kepada anak-anak  kita dimana mereka masih pada usia dini dan secara ruhiyyah sangat mudah diarahkan.

[Ahmad Busyo Sa’id]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *