Dua Penyebutan Al-Qur`an

Terdapat dua penyebutan yang Allah gunakan untuk Al-Quran Al-Kariim, Quran (Q.S: Al- Israa: 9) dan Kitab (Q.S: Al-Baqarah: 1-2). Ternyata penggunaan dua nama ini sarat hikmah :

  1. Qiraah dan Kitabah adalah dua piranti yang dengan keduanya Al-Quran terjaga dari penyimpangan dan perubahan.
  2. Qiraah dan Kitabah adalah dua wasilah terpenting untuk menjaga orisinilitas dan validitas sebuah dokumen peninggalan sejarah (watsaaiq) dan teks /manuskrip (nushush).

Oleh sebab itu jika seseorang ingin menjaga keaslian sebuah teks(nash) maka dia sebaiknya membaca dulu lalu menghafalnya dan kemudian mencatatnya. Jika suatu ketika lupa dia bisa kembali pada teks asli. Dari sinilah dua kaidah penting sering digunakan:

Pertama:

يحاكم المحفوظ الى المكتوب

Contoh terapannya, seorang yg murojaah Quran maka harus disertai mutabi’ yaitu orang yang mencocokan bacaan yang dihafal dengan tulisan di mushaf.

Kedua:

كما يحافظ المكتوب الى المحفوظ

Terapannya sering ditemukan pada proses pencetakan mushaf dimana Al-Quran yg selesai dicetak, tidak boleh dipublish kecuali setelah direvisi/diteliti oleh seorang pakar, hafidz mutqin untuk memastikan kesashihan tulisan.

Dari dua kaidah itu muncullah kaidah ketiga yg penting bagi kita sebagai bagian dari proses dan usaha menjaga keaslian Quran dan teks-teks penting yg sarat nilai sejarah, bahwa

لا يعتمد المقروء ما لم يكن موافقا للمكتوب ولايعتمد المكتوب إلا إذا كتب وفق المقروء المحفوظ

Kesimpulannya penting dari sini bahwa, tidak ada dalam sejarah manusia sekelompok umat dalam bingkai peradaban manapunyang memiliki perhatian besar terhadap teks dan peninggalan sejarah selain umat Islam terhadap warisan sejarahnya, dan hal itu tidak lain karena Al-Qur`anlah yg menjadi sumber inspirasinya. Allahu Akbar, semoga bermanfaat .

Ali Ridwan Anshory Ridwan

(sumber: Lathooif Quraniyyah hal.30 D.Sholah Abdul Fataah Al Kholidi )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *