Bara Di Balik Penggalian Bawh Tanah Al-Aqsha

Buku yang menjelaskan teori ini

Yerussalem-Roma berjarak 1600 kilometer. Di bawah kedua kota itu, sekelompok orang berusaha menghapus sejarah .

         Buku yang menjelaskan teori ini Jonathan Marcus, seorang pengacara muda dan mantan mahasiswa program doktor di bidang studi klasik telah menjadi komoditas panas yang di cari-cari oleh para pedagang barang purbakala. Akan tetapi saat di minta datang ke Roma untuk memeriksa sekeping peta batu kuno milik Tsurat ha-hidah teka-teki simbolis. Penemuan itu melontarkan dirinya ke dalam sebuah petualangan penuh bahaya, mulai dari labirin di bawah colosseum sampai berbagai terowongan yang dibangun pada zaman kenabian di Yerussalem. Untuk menemukan artefak tersembunyi, berusia dua ribu tahun yang selama ini banyak dicari-cari. Benda itu adalah simbol sejarah yang dianggap lebih hebat dibandingkan dengan mitos agama mana pun.

Saat marcus dan seorang ahli pelestarian PBB mengali lebih dalam ke masa lalu ,alangkah terkejutnya mereka saat menemukan bahwa bukan hanya sebuah jaringan inteljen zaman dulu yang bersumpah untuk melindungi artefak itu ,tetapi juga ada kelompok radikal misterius yang berencana menghancurkan semua bukti sejarah dari bukit baitullah (al-haram asy-syarif).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *