Apa Itu Pondok Pesantren?

Banyak sekali definisi yang beredar di masyarakat umum ataupun akademis, tentang “Apa itu pondok pesantren”. Hal tersebut memang wajar, karena ketika membicarakan definsi Pondok Pesantren, maka banyak cara pandang yang dipakai untuk memahami hal tersebut.

Berikut adalah ulasan definisi dan makna Pondok Pesantren menurut Pondok Pesantren Baitul Hidayah:

Puluhan tahun yang lalu para Orientalisten memberikan definisi dari Pondok Pesantren adalah Snouck Hurgronje, yang memperhatikan bentuk dzahir Pondok Pesantren (misalnya: bahan dan bentuk rumah tempat kediaman para santri dengan segala tradisinya yang statis).

Tentunya definisi ini tidak lengkap, karena hanya sebatas dzahirnya. Adapun definisi umum yang bisa kita terima, Pondok Pesantren adalah lembaga pendidikan Islam dengan sistem asrama, Kyai sebagai sentral figurnya, masjid sebagai titik pusat yang menjiwainya.

Kenapa dinamakan Pondok Pesantren?

Awal mula ada seorang ulama, kemudian masyarakat sekitar datang ingin belajar kepada ulama tersebut. Semakin banyak yang ingin belajar, semakin banyak pula yang berasal dari daerah lain. Akhirnya para murid tadi mendirikan pondok untuk tempat tinggal selama belajar pada ulama tersebut. Istilah lainnya adalah asarama, kobong, saung dan lain sebagainya.

Jadi yang mendirikan pondok tadi adalah murid, bukan ulamanya. Begitu seterusnya, sampai pondokan-pondokan berjumlah banyak.

Karena kultur dan budaya, ulama disebut dengan Kyai dan para penimba ilmu disebut santri. Tempatnya santri disebut Pesantren.

Filosofi dari kondisi ini adalah, yang butuh adalah santri bukan kyai. Berbagai kegiatan di Pondok Pesantren merupakan tanggungjawab santri dengan asuhan dari kyai. Sehingga yang ingin belajar, silahkan belajar di Pondok Pesantren, jika santri tidak sepakat dengan asuhan Kyai, maka silahkan mencari ilmu di tempat lain.

Pondok Pesantren Bukan Hotel

Pondok pesantren bukanlah hotel, yang mana murid bayar sewa dan kemudian seenaknya sendiri hidup di pondok tersebut. Pondok pesantren merupakan kepunyaan bersama, inipun dalam artian tidak boleh diambil untuk kebutuhan pribadi dan dibagi-bagi.

Ketika ada santri baru yang datang, berarti bertambah pula satu orang yang betanggung jawab atas keberesan Pondok Pesantren. Adapun santri yang membayar SPP, iuran, atau apalah namanya, hal tersebut bukan dianggap sebagai upah atau sewa layaknya di hotel.

Iuran tadi digunakan untuk kebutuhan santri dan Pondok Pesantren, seperti memperbaiki pondokan. Sistem ini disebut self berdruifing system.

Pendidikan di Pondok Pesantren

Didikan yang utama di Pondok Pesantren adalah tidak menggantungkan diri kepada orang lain. Belajar mencukupi atau menolong diri sendiri. Al-I’timaadu ‘ala-n-nafsi bahasa Arabnya, Zelp Help bahasa Belandanya.

Pondok Pesantren adalah tempat untuk berlatih agar menjadi orang yang suka menolong orang lain, bukan yang hanya selalu minta tolong.

Ketika santri mencuci pakaian sendiri, membersihkan tempat tidur sendiri, bertanggung jawab atas kamar tempat tinggalnya, merupakan pendidikan untuk menolong diri sendiri.

Adapun disiplin di Pondok Pesantren memberikan kebebasan seluas-luasnya untuk mencari ilmu tetapi juga menjaga santri dari kebablasan. Tidak juga ketat seperti internaat atau asrama jaman penjajahan. Jika seperti asrama jaman penjajahan, maka output adalah pribadi yang bergerak menunggu perintah. Tidak kreatif, inisiatif dan dinamis.

Allahu A’lam

Referensi:
–    “Diktat Pekan Perkenalan, KMI Pondok Modern Darussalam Gontor“, Darussalam Press
–    “Serba-serbi Singkat Tentang Pondok Modern Darussalam Gontor, Untuk Pekan Perkenalan Tingkat Dua”, Darussalam Press

Hal yang perlu yang Anda ketahui: