Dua Penyebutan Al-Qur`an

Terdapat dua penyebutan yang Allah gunakan untuk Al-Quran Al-Kariim, Quran (Q.S: Al- Israa: 9) dan Kitab (Q.S: Al-Baqarah: 1-2). Ternyata penggunaan dua nama ini sarat hikmah :

  1. Qiraah dan Kitabah adalah dua piranti yang dengan keduanya Al-Quran terjaga dari penyimpangan dan perubahan.
  2. Qiraah dan Kitabah adalah dua wasilah terpenting untuk menjaga orisinilitas dan validitas sebuah dokumen peninggalan sejarah (watsaaiq) dan teks /manuskrip (nushush).

Read On…

Mengukur Ketegasan dan Kebijakan

buku

Al-Qur’an telah memaparkan kisah generasi terdahulu dan kehidupannya dengan lengkap. Bahkan dalam paparan Al-Qur’an tentang kisah para nabi dan rasul, -yang terjaga dengan bimbingan wahyu- Al-Qur’an memaparkannya dengan sempurna. Didalamnya mencakup sisi kekuatan dan kelemahan masing-masing dari mereka. Hal itu di maksudkan agar siapapun yang mentadaburinya dapat mengambil pelajaran (ibroh) yang banyak. Sejarah akan terus berjalan untuk memaparkan  perjalanan dari sosok makhluk bernama manusia yang terbentuk dari daging dan darah, bukan sejarah malaikat yang secara alami, (Jibilliy) mereka diciptakan untuk tunduk dan patuh tanpa disertai keingkaran dan permusuhan. Read On…

Thalib, Mahasiswa dan Ilmu

Mendiskusikan dan mencatat hasil praktikum IPA

Peristiwa tewasnya salahsatu mahasiswa kembali terulang dan sekaligus mencoreng wajah pendidikan para “MAHA”siswa .Sebagian orang memahami kata “Maha”disini diartikan sebagai sesuatu yang lebih tinggi tingkatannya atau tidak merasa cukup. Jadi arti mahasiswa jika dilihat menurut arti katanya sendiri yaitu, pelajar atau siswa yang tingkatannya lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang biasa. Tidak sama dengan anak SMA,SMP,SD apalagi Raudhatul Athfal (TK). Read On…

Menjadi Ahli Ibadah Sewaktu Muda??

Kubah Masjid Nur Rifai Pondok Pesantren Baitul Hidayah Bandung

قال الحسن البصري رحمه الله:”من أحسن عبادة الله في شبيبته لقّاه الله الحكمة في سِنّه، وذلك قوله:(ولما بلغ أشده آتيناه حكمًا وعلما وكذلك نجزي المحسنين)”. [عيون الأخبار 2/ 520].

Menjadi ahli ibadah sewaktu muda bukan hal konyol, kolot, terbelakang, kurang gaul dan segudang lebel yang sering kali disematkan orang-orang yang tidak memiliki cara pandang modern yang dalam kamus bahasa Indonesia berarti :”Sikap dan cara berpikir serta cara bertindak sesuai dng tuntutan zaman”. Read On…